Sabtu, 04 Agustus 2012

DI PAGI HARI >>>



Ada hal-hal yang senang saya lihat di pagi hari. Bunga-bunga yang semalam menguncup, kembali mekar berseri; anak-anak sekolah melangkah penuh semangat; sayuran segar tertata rapi di gerobak penjual sayur; langit biru membentang menggantikan gelap malam; sinar matahari yang terasa hangat menyentuh kulit. Memperhatikan "sapaan Tuhan" itu, segala penat kemarin seolah sirna, semangat saya diperbarui lagi.

Apakah anda percaya kalau hidup ini indah?


         Coba ingat sejenak…
       Saat anda dilahirkan di dunia ini; saat pertama kali anda melihat indahnya sinar mentari; saat anda pertama kali menghirup segarnya udara pagi; ketika anda melihat hijaunya sawah, indahnya pegunungan, dan segala alam ciptaan Yang Maha Kuasa ini; saat anda berkumpul bersama orang-orang yang anda cintai, tertawa bersama, bercengkrama, dan menghabiskan banyak waktu bersama, sungguh betapa indah hidup ini.

Namun saat umur bertambah, kemudian orang-orang merasa sulit untuk merasakan kembali keindahan itu. Yang selalu terpikir betapa hidup itu keras dan susah. Susah cari makan, susah memenuhi kebutuhan sehari-hari, dan berbagai kesusahan lainnya. Bahkan mungkin ada yang sampai menyalahkan Tuhan karena keadaan yang sedang terjadi. Oh, jangan sampai itu terjadi…
Kehidupan yang seperti itu yang kemudian membuat kita diliputi ketakutan dan dilingkupi hal-hal yang negatif. Kepercayaan bahwa hidup itu susah tanpa sadar lalu melekat dalam keyakinan diri, dan membuat hidup betul-betul susah.
Hidup itu indah, sobat. Betul, ada ACTION yang harus dilakukan untuk mencapai sesuatu. Dan ACTION itu indah, sobat. Dalam setiap ACTION yang kita lakukan peluang keajaiban itu akan muncul. Yang membuat kita dianugerahi kehidupan yang lebih baik dan lebih baik.
Bayangkan jika keyakinan “hidup itu susah” yang selalu kita tanamkan pada diri dan sebarkan pada orang-orang sekitar. Pasti tidak ada gairah dalam hidup kita. Tidak ada terobosan dalam ACTION kita.
Kata orang bijak: apa yang anda percayai, itulah yang akan terjadi.
Hidup ini indah. Hidup ini terlalu singkat untuk dibuat susah. Percayalah, apa yang anda percayai bisa dicapai, bisa anda dapatkan. Jangan pernah mudah menyerah. Tidak pernah ada kata gagal dalam kamus hidup anda. Kalaupun belum mencapai seperti yang diinginkan, itu berarti hanya belum berhasil.
Jangan pernah ragu untuk ACTION! Sebab dari sana peluang keberhasilan bermula. Mulai ACTION sekarang untuk mencapai apapun yang anda inginkan. Berjalan selangkah demi selangkah mendekati impian anda. Jangan malas, mari kerja keras!
Hidup ini terlalu indah untuk diisi oleh ratapan, umpatan, penyesalan, rasa marah, dendam. Semua itu hanya menggerogoti keindahan hidup. Tertawa dan tersenyumlah, walau dalam suasana sedih sekalipun. Syukuri apa yang telah anda miliki. Belajarlah dari kehidupan yang sudah dijalani.

Rabu, 01 Agustus 2012

Orang Pemarah Lebih Panjang Umur ?

Apa kamu merupakan orang yang suka marah ? Jika jawabnya ya berati kamu memiliki umur yang lebih panjang dibandingkan dengan orang yang tidak suka marah.
Add caption
Orang yang lebih suka marah biasa akan lebih mudah terkena penyakit darah tinggi atau pun strok namun taukah kamu ternyata orang yang suka marah memiliki umur yang jauh lebih panjang dibandingakan dengan orang yang tidaak suka marah.
Hal ini dibuktikan oleh hasil penelitian terbaru para peneliti menemukan hubungan antara marah dan panjang umur sebagai contoh negara Italia dan Spanyol yang dikenal warganya sebagai pemarah ternyata memiliki berkemungkinan hidup dua tahun lebih lama dibandingkan dengan masyarakat Inggris yang tak suka menunjukkan kemarahan.
Hubungan marah dan panjang umur terjadi akibat  dari mengungkapkan perasaan negatif secara terbuka adalah kunci untuk kesehatan jangka panjang sedangkan memendam amarah ternyata malah bisa membuat bebrbagai macam penyakit fisik.
Hal ini dibuktikan oleh peneliti yang telah meneliti sebanyak 6000 pasien  dalam penelitian terseut menemukan bahwa orang yang lebih memendam marah ternyata beresiko terkena penyakit seperti seperti kanker, kerusakan ginjal, dan penyakit jantung.
Walaupun beresiko ada kabar baiknya juga orang yang tidak suka marah ternyata memiliki tingkat penembuhan lebih besar terhadap penyakit kanker, kerusakan ginjal, dan penyakit jantung.
“Karena kecenderungan mereka untuk mengendalikan diri, orang yang mampu menahan kemarahan biasanya lebih disiplin dan termotivasi untuk beradaptasi dengan gaya hidup mereka,” ungkap Marcus Mund, ketua penelitian.
Nah apakah kamu saat ini lebih suka memendam kemarahan ?